Gambaran kota Bangil, Pasuruan, Jawa timur
Letak geografis wilayah Bangil, Kabupaten Pasuruan berada pada posisi sangat strategis yaitu jalur regional dan jalur utama antara Surabaya – Malang dan Surabaya – Banyuwangi.
View Larger Map
1. Keadaan Geografi
Letak geografi kota Bangil , Kabupaten Pasuruan berada di antara 112 0 33` 55” hingga 113 30` 37” Bujur Timur dan antara 70 32` 34” hingga 80 30` 20” Lintang Selatan dengan batas – batas wilayah:
Utara : Kabupaten Sidoarjo dan Selat Madura.
Selatan : Kabupaten Malang
Timur : Kabupaten Probolinggo
Barat : Kabupaten Mojokerto
2. Keadaan Geologis
Daratan Kabupaten Pasuruan terbagi menjadi 3 bagian:
1. Daerah Pegunungan dan Berbukit, dengan ketinggian antara 180m s/d 3000m. Daerah ini membentang dibagian Selatan dan Barat meliputi: Kec. Lumbang, Kec Puspo, Kec. Tosari, Kec. Tutur, Kec. Purwodadi, Kec. Prigen dan Kec. Genpol.
2. Daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 6m sampai 91m, dataran rendah ini berada dibagian tengah, merupakan daerah yang subur.
3. Daerah Pantai, Daerah Bangil termasuk dalam Daerah Pantai, dengan ketinggian antara 2m sampai 8m diatas permukaan laut. Daerah ini membentang dibagian Utara, selain kec.Bangil, daerah lain yang membentang dibagian Utara meliputi Kec. Nguling, Kec. Rejoso dan Kec. Kraton.
3. Keadaan Topografi

Kondisi wilayah Kabupaten Pasuruan terdiri dari daerah pegunungan berbukit dan daerah dataran rendah, yang secara rinci dibagi menjadi 3 bagian :
a. Bagian selatan terdiri dari pegunungan dan perbukitan dengan ketinggian permukaan tanah antara 186 meter sampai 2.700 meter yang membentang mulai dari wilayah kecamatan Tutur, Purwodadi dan Prigen.
b. Bagian Tengah terdiri dari dataran rendah yang berbukit dengan ketinggian permukaan antara 6 meter sampai 91 meter dan pada umumnya relatif subur.
c. Bagian Utara terdiri dari dataran rendah pantai yang tanahnya kurang subur dengan ketinggian permukaan tanah 2 meter sampai 8 meter. Daerah ini membentang dari timur yakni wilayah kecamatan Nguling Kearah Barat yakni Kecamatan Lekok, Rejoso, Kraton dan Bangil.
Keadaan kemiringan tanah di Kabupaten Pasuruan adalah bervariasi:
1. Kemiringan 0 - 25 derajat meliputi + 20% luas wilayah.
Daerah ini merupakan dataran rendah yangterletak dibagian Utara.
2. Kemiringan 10 - 25 derajat meliputi + 20% luas wilayah.
Daerah ini merupakan dataran yang bergelombang yang terletak di bagian Tengah.
3. Kemiringan 25 - 45 derajat meliputi + 30% luas wilayah.
Daerah ini merupakan yang bersambung dengan perbukitan (dibagian Barat dan Timur).
4. Kemiringan diatas 45 derajat meliputi + 30% luas wilayah.
Daerah ini merupakan pegunungan yang terletak di bagian Selatan. Sedangkan struktur tanah di Kabuapten Pasuruan sebagian besar terdiri dari jenis Alluvial, Mediterian, Regosol, Labosal dan Litasol. Grumasol dan Andosal.
4. Keadaan Iklim dan curah Hujan Kota Bangil beriklim tropis, dengan klasifikasi Schimdt dan Fergusan. Temperatur sebagian besar wilayah Bangil antara 240 – 320 C. Pada wilayah yang berada di Kabupaten Pasuruan lainya selain Kecamatan Bangil yang berada pada wilayah diatas 2.770 meter temperature terendah mencapai 50 C utamanya Kecamatan Tosari.
Variasi curah hujn rata – rata dibawah 1.500-2500 mm. Angin Barat dan Timur kecepatan rata – rata 12 – 30 knot.
5. HidrografiPotensi hidrografi di daerah seluruh Kabupaten Pasuruan memberikan peluang yang besar bagi pembangunan baik untuk keperluan air minum, irigasi, pariwisata dan industri.
Di wilayah Kabupaten Pasuruan mengalir enam sungai yang besar yang bermuara di Selat Madura, yaitu:
1. Sungai Lawean : Bermuara di Desa Penunggul, Kec. Nguling.
2. Sugai Rejoso : Bermuara di Wilayah Kec. Rejoso.
3. Sungai Gembong : Bermuara di Wilayah kota Pasuruan.
4. Sungai Welang : Bermuara di Desa Pulokerto. Kec, Kraton.
5. Sungai Masangan : Bermuara di Desa Raci, Kec. Bangil.
6. Sungai Kedunglarangan Bermuara di Desa Kalianyar, Kec. Bangil.
Curah hujan untuk wilayah Kabupaten Pasuruan tergolong type D yang berarti keadaan daerah secara umum tergolong daerah kering meskipun di daerah pegunungan curah hujan cukup.